Beberapa Saran dalam Latihan Teknik

Latihan Piano 300x300 Beberapa Saran dalam Latihan TeknikBukan Operasi Bedah Otak

Pertama yang perlu diketahui, buka wawasan anda bahwa belajar dan latihan piano tidak sama dengan operasi bedah otak. Pasien anda tidak akan mati bila anda membuat kesalahan. Pada kenyataannya, anda dapat membuat kesalahan sebanyak yang anda inginkan: semua itu dapat terjadi secara tidak terduga-duga dan anda dapat mencobanya lagi sebanyak yang anda harapkan. jujurlah dengan diri sendiri. Belajar Piano tidak mengharuskan anda stress, sebaliknya mengharuskan anda terbebas dari stress.

Jangan Berharap Sempurna

Jangan tergesa-gesa berharap dapat bermain sesempurna mungkin. Sangat jarang, bahkan para artis konser dan artis rekaman sekalipun yang mencurahkan semua hidup mereka untuk belajar piano performance. Bahkan ketika anda menguasai sebuah karya dengan baik pun, anda mungkin akan lupa 5% dari semua not. Jangan cemas. Lakukanlah yang terbaik yang anda dapat lakukan, dan nikmati.

Bagilah Waktu Anda

Pilihlah sesi latihan anda dalam beberapa bagian. Misalnya, 20% dari waktu latihan untuk teknik, 60% untuk komposisi, dan 20% untuk bergembira. Jangan lupakan kegembiraan, karena dengan itulah maka anda belajar.

Buatlah Target Yang Jelas

Apa target yang akan dituju dalam latihan? Buatlah target yang jelas dan pasti. Jangan terlalu besar dan luas. Mulailah dengan target yang kecil dan sederhana dulu. Jika terlalu luas dan tidak terfokus, anda tidak akan merahinya. Bila anda menetapkan target yang tidak dapat dicapai dalam satu sesi latihan, anda akan meninggalkan piano dengan perasaan jengkel dan marah. Hindari itu dengan membuat target sekecil mungkin yang dapat anda raih.

Kebetulan atau Ketepatan Kontrol

Selalu berikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya pada dirinya sendiri : Apakah itu sebuah kebetulan ataukah memang ia benar-benar menguasainya? Misalnya dengan pertanyaan : ” Apakah itu sebuah keberuntungan yang dapat membuat saya bermain dengan tepat, atau dapatkah saya memainkan lagi seperti itu, setiap kali saya inginkan  ?” Hanya para siswa sendiri yang mengetahui jawaban dari pertanyaan itu. jauh arididalam hatinya, mereka tidak dapat membohongi dirinya sendiri !

Perhatikan Kontrol

Ini khususnya berhubungan dengan ketika seorang siswa sedang mencoba untuk mempercepat tempo sebuah lagu yang telah dipelajari dengan cukup baik. Jika ia selalu mengarahkan permainannya pada kontrol, kecepatan akan berkembang dengan alami.

Bangun Jembatan

Berilah tanda khusus pada bagian memerlukan sebuah perincian dalam memainkannya, lalu kerjakan dengan sistematis untuk menyempurnakannya. Teknik ini disebut “membangun jembatan”. Bagian-bagian ini dapat diisolai diantara dua not. Inilah saatnya dimana anda harus membangun bridge.

Pertama, cek kembali fingering, tulis pada bagian yang hilang, setelah itu pastikan anda tidak mengubah dasar-dasar fingering. Sekarang mainkan diantara dua not, bagian yang ada problemnya. Pastikan fingering anda sempurna setiap saat. Jika sudah menguasainya, tambahkan satu not disisi bagian yang ada problemnya, lalu mainkan satu not sebelumnya dan satu not diluarnya.

lakukan ini teruss menerus sampai anda benar-benar menguasai dan dapat memecahkan problem tersebut. teknik lain yang digunakan dalam bridge-building adalah irama. Mungkin ini cukup berat karena anda harus mengurangi kecepatan. Anda harus bermain pelan pada bagian-bagian yang bermasalah tersebut. Tetapi, ketelitian selalu lebih baik hasilnya dari pada tergesa-gesa.

Jangan Menghindari yang Sulit

Memainkan satu bagian yang sudah dikuasai dengan baik dan mengenyampingkan untuk bermain pada bagian yang sulit, pada awalnya mungkin enak. Tapi, efeknya sebuah kerugian besar. problem anda adalah karena anda kurang disiplin.

Jika anda hanya memainkan bagian yang cukup baik anda kuasai, anda tidak akan pernah bermain lebih baik pada bagian-bagian yang kurang dikuasai.  Hasilnya, bagian-bagian yang anda kuasai dengan baik akan sangat bagus dimainkan, sebaliknya bagian yang kurang anda kuasai akan sangat buruk. Biasakan anda untuk menfokuskan pada bagian-bagian yang sulit. Mungkin memerlukan kerja keras, tapi setelah itu anda akan merasakan manfaatnya.

Mainlah pada Tempo Latihan

Ada sebuah perbedaan besar antara tempo latihan (practice tempo) dan tempo penampilan (performance tempo). Dan ada sebuah godaan yang sangat besar untuk memilih keduanya selama latihan di rumah, khususnya ketika memainkan sebuah bagian yang sudah anda kuasai dengan baik atau sesuatu yang baru saja anda kuasai. Hati-hatilah. Bermain pada tempo penampilan sebelum anda dapat mengontrol komposisi secara lengkap justru menghasilkan sesuatu yang kurang baik. Anda cenderung bermain cepat semata-mata dengan harapan segera selesai.

Sebuah tempo latihan adalah kecepatan dimana anda dapat mengontrol bagian-bagian yang sangat lemah. Yakni sebuah kecepatan yang cukup dan cocok, bukan kecepatan yang membingungkan. Mungkin saja bagian-bagian yang sudah anda kuasai dengan baik, akan terasa membosankan pada kecepatan seperti itu. Memang benar. Tetapi jangan lakukan ini : memulainya pada kecepatan yang dapat anda mainkan pada bagian pertama, kemudian memperlambatnya pada bagian yang sulit dan mempercepatnya kembali pada bagian yang mudah. jika ini dilakukan, anda sedang melakukan suatu kesalahan besar.

Darimana Memulainya ?

Cara yang banyak dilakukan para pianis dalam latihan biasanya mereka memulainya dari bagian pertama. Setelah merasa bisa, lalu pindah ke bagian kedua. Bagian pertama biasanya sangat menyenangkan untuk dimainkan, dan biasanya bagian kedua tidak pernah dipelajari sebaik bagian pertama. Bagian ketiga, apalagi. Menyeramkan. Cara seperti ini akan menyebabkan kesulitan-kesulitan tersendiri, terutama bila bagian-bagian tersebut termasuk cukup sulit untuk dimainkan.

Disarankan agar mulailah dari bagian mana saja, jangan hanya terpancang pada bagian pertama. Bagaimana dengan bagiah tengah? Atau bagian akhir? Para komposer selalu mengakhiri komposisinya pada  bagian akhir, dan bagian ini biasanya sangat sulit dibanding bagian pertama. Tentu saja karena bagian akhir bisa disebut juga sebagai grand final.

Pelajari yang Sulit Dulu

Ini salah satu metode dalam The Lewis Down-Hill Method. Metode ini menganjurkan anda untuk mempelajari dulu bagian-bagian yang sulit. Jika telah bisa memainkan bagian-bagian yang sulit,  anda akan mudah memainkan bagian-bagian lainnya yang lebih mudah. Bila anda tidak juga dapat menguasai bagian-bagian yang sangat sulit, mintalah saran kepada guru. Metode ini membutuhkan keberanian dan ketekunan. Sekali anda mencobanya dan berhasil, anda telah belajar sebuah lagu baru dengan sangat cepat.